Ø Sejarah
media cetak
·
Surat kabar (koran)
·
Majalah
Ø Sejarah
media elektronik
·
Radio
·
Tv
·
Telepon
·
Digital
·
Telegraf
Perkembangan Media
Cetak
Sejarah
Penemu pertama Media Cetak adalah Johannes Gutenberg pada tahun 1455 terutama di Negara Eropa. Perkembangan awal terlihat dari penggunaan daun atau tanah liat sebagai medium, bentuk media sampai percetakan. Gutenberg mulai mencetak Bible melalui teknologi cetak yang telahditemukannya. Teknologi mesin cetak Gutenberg mendorong juga peningkatan produksi bukumenjadi hitungan yang tidak sedikit. Teknologi percetakan sendiri menciptakan momentum yang justru menjadikan teknologi ini semakin mendorong dirinya untuk berkembang lebih jauh.[1]Lanjutan dari perkembangan awal media cetak adalah dimana perkembangan teknologi yang belum berkembang, yaitu media cetak dibuat memakai mesin tik untuk membuat suatu iklan produksedangkan gambar-gambar atau animasi yang memperbagus iklan produk itu dibuat secara manualdengan menggunakan pena.
Tanda-tanda perkembangan media cetak adalah melek huruf ( kemampuan untuk baca-tulis ). Memang melek huruf adalah kondisi yang dipunyai oleh kaum elite. Bahasa yang berkembang pun hanya beberapa bahasa pokok, bahasa latin – misalnya. Perkembangan pendidikan pada abad 14 juga mendorong perkembangan orang yang melek huruf. Perkembangan media cetak sekarang yaitu didukungnya perkembangan teknologi yang sudah berkembang, sehingga dapat memudahkan orang untuk membuat suatu iklan yang lebih kreatif dan atraktif.[2]
Perkembangan
Perkembangan sekarang media cetak adalah didukung perkembangan teknologi yang semakin canggih. Sehingga membawa perubahan pada bagian bentuk, format, struktur, tekstur dan model dari iklan tersebut, akan tetapi perkembangan teknologi tidak mempengaruhi atau mengubah isi dari suatu iklan yang muncul di media. Pembuatan media cetak sekarang dengan teknologi yang canggih adalah dengan menggunakan komputer untuk mendesain iklan suatu produk dengan menggunakan grafis dan dicetak dengan printer.Perkembangan teknologi media cetak yang berkaitan dengan perkembangan media cetak itu sendiri seperti munculnya majalah, Koran, surat-surat kabar yang isinya tentang artikel yang bertemakan politik, kesenian, kebudayaan, kesustraan, opini-opini public dan informasi tentang kesehatan dapat mewarnai kehidupan masyarakat. Misalnya dalam artikel yang bertemakan politik, bahwa politik yang semakin menjamu dalam Negara. Kemudian peristiwa-peristiwa penting yang mempengaruhi sejarah kehidupan masyarakat. Surat kabar atau yang biasa disebut Koran adalah salah satu media cetak jurnalisme dimana isinya memuat artikel-artikel tentang seputar informasi-informasi atau berita tentang seputar kehidupan manusia, mulai dari yang bertemakan politik, kesehatan, hukum, sosial, ekonomi sampai periklanan.[3]
Adapun majalah yang terbit zaman dulu, dan masih tetap sama isinya dengan majalah sekarang, itu karena kepercayaan masyarakat terhadap media cetak tersebut. Biasanya dari artikel artikel yang termuat di media cetak tersebut, yang memuat kritikan yang dapat membuka mata masyarakat sehingga terjadi revolusi. Selain kritikan, surat kabar juga memuat tulisan-tulisan dan dokumen-dokumen penting yang merupakan kinerja pemerintah yang dapat menjadi skandal dan korupsi pemerintah.
Pada periode 1860an merupakan tahun ditemukannya litography yaitu proses percetakan dengan cetakan bahan kimia dan menggantikan metode sebelumnya, yaitu engraving. Selain itu, teknologi percetakan fotografi pun mengalami perkembangan dengan proses photoengraving yaitu dengan mencetak suatu gambar secara kimia melalui lempengan besi dengan proses fotografis. Setelah perang dunia 2, proses percetakan menggunakan offset printing dan digunakan terus sampai sekarang karena kualitas, kecepatan dan lebih ekonomis.[4]
Publising
Memasuki periode 1960an, media cetak mengalami perubahan besar dalam proses produksi. Mesin ketik yang tadinya dipergunakan secara luas untuk menghasilkan tulisan, mulai digantikan oleh komputer. Hal ini tentu saja disertai berbagai macam pertimbangan dan salah satunya lebih ekonomis dan efisien. Melalui komputer, media cetak tidak hanya menghasilkan tulisan yang dapat diubah tanpa membuang-buang kertas namun juga dapat mengubah suatu gambar atau foto. Hasil kerja yang berbentuk softcopy tersebut, kemudian dicetak. Selain pengaruh dari penggunaan komputer, teknologi fotokopi juga memberikan andil dimana kita dapat meng-copy suatu tulisan dengan kecepatan tinggi dan tanpa minimum order sehingga kita dapat meng-copy sesuai dengan kebutuhan.[5]Perkembangan lain dari teknologi ini adalah inovasi atas custom publishing dimana penerbitan suatu tulisan atau buku dengan tujuan yang khusus dan hasil produksi akhirnya bukan bertujuan untuk dipasarkan secara luas namun berubah menjadi produksi untuk tujuan pesanan dari konsumen. Ketika suatu buku dicetak, tentunya terdapat kode seri produksi buku. Melalui scanner elektronik, kode tersebut dikenali dan data penjualan langsung terkirim ke database pusat sehingga terlihat berapa besar angka penjualan buku secara langsung.
E-Publishing
Internet telah memasuki kehidupan kita dengan sangat cepat dan menyentuh hampir semua aspek kehidupan. Dampak dari internet bagi lembaga penerbitan adalah munculnya E-publishing atau penerbitan elektronik. Contoh dari E-publishing dapat kita lihat pada situs amazon.com. Situs ini menawarkan berbagai macam buku untuk dijual dan selayaknya sebuah toko, amazon.com juga menampilkan buku dalam format digital. Situs ini juga berfungsi seperti pustakawan pribadi dimana dapat memberikan rekomendasi buku yang sesuai dengan kebutuhan kita.Munculnya layanan semacam ini pada awalnya dipelopori oleh google.com yang bekerjasama dengan berbagai macam perpustakaan besar untuk melakukan konversi yaitu dengan melakukan scanning pada berbagai macam koleksi buku perpustakaan sehingga dapat dibaca dalam format digital. Namun, teknologi ini bukannya tanpa cacat, hal ini dikarenakan buku yang dibaca melalui layar membuat mata cepat lelah dan menghabiskan listrik.Timbulnya buku elektronik tentunya menimbulkan permasalahan dalam hal standardisasi penyajian [6]. Salah satu solusinya diperkenalkan oleh Adobe yaitu file dengan format PDF (portable document format) sehingga memudahkan dalam men-download buku melalui internet.Penerbitan elektronik tidak hanya mencakup buku saja, namun juga majalah dan surat kabar elektronik. Kita dapat mengakses kompas.com dimana berita yang terdapat di website merupakan versi digital dari yang terbit hari tersebut. Selain itu, dengan adanya teknologi seperti ini memungkinkan kita untuk menyimpan dan melindungi buku teks yang sudah tidak terbit di pasaran sehingga generasi mendatang dapat mempelajari ilmu pengetahuan dari berbagai macam sumber dan kurun waktu dalam waktu yang relatif singkat namun tetap kaya dengan sumber informasi.Newsgathering Trends
Dalam mencari berita, seorang jurnalis mengumpulkan berbagai macam sumber berita melalui berbagai macam alat komunikasi yang mungkin. Pada awalnya, jurnalis mendapat dan mengirim berita dengan menggunakan pony express, kemudian ditemukan telegraf yang membuat berita menjadi lebih cepat disajikan. Telegraf kemudian berkembang digunakan dan akhirnya menghasilkan sistem pengumpulan berita dengan nama newswire dengan prinsip kerja seperti berita online sekarang.Teknologi dalam pengumpulan berita terus berkembang sampai ditemukannya telepon sehingga menurunkan ongkos produksi pengiriman berita. Telepon adalah alat komunikasi yang sangat fleksibel karena dapat digunakan hampir dimana saja selama terdapat akses. Sampai dengan saat ini, pengumpulan berita menggunakan hampir semua media yang memungkinkan seperti radio, televisi, kabel, e-mail, dan internet dengan berbagai macam fasilitas yaitu chat room, newsgroup sampai blog pribadi.[7]Dengan munculnya berbagai macam media dan teknologi yang mendukung pekerjaan seorang jurnalis, muncullah bentuk baru dari jurnalisme yaitu backpack journalism. Backpack journalism dikenal juga sebagai pelaporan multimedia (multimedia reporting). Seorang jurnalis dalam membuat suatu liputan membawa mini DV, tape recorder dalam satu paket. Konsekuensi dari tren ini adalah pembaca berita dapat mengetahui berita dengan lebih mendalam dan bahkan dapat berinteraksi langsung dengan reporter dan menyebabkan peran editor yang makin berkurang dalam menyunting suatu berita.
Production Trends
Dalam proses produksi berita media cetak, terjadi perubahan besar ketika digunakannya typesetting pada tahun 1950an dalam mencetak kertas. Hasil dari typesetting yang berbentuk paper tape ini kemudian dijadikan data master yang akan diperbanyak dengan mesin typesetting dan hasilnya mendekati bentuk aslinya. Pada tahun 1960an akhir paper tape disimpan dalam memori computer dan langsung dicetak setelah melalui proses editing. Perkembangan akhir-akhir ini, paper tape tersebut semuanya tersimpan dalam komputer untuk proses editting dan lay-out sehingga deari editting tersebut tinggal dicetak langsung oleh mesin cetak laser (printer laser) dan kesalahan dalam proses produksi dapat deperkecil seminimal mungkin. Selain itu, proses percetakan suatu berita sekarang in--Siti Marliya (bicara) 10 Oktober 2014 05.23 (UTC)i tidaklah lagi dilakukan hanya di satu tempat [8]. Contohnya antara lain adalah surat kabar new york times dan usa today yang jangkauan distribusinya sangat luas sehingga percetakan dilakukan di berbagai macam tempat terpisah namun isi berita tetap dipegang oleh satu dewan redaksi.Online Newspaper
Gagasan
untuk menyediakan layanan surat kabar online sebenarnya sudah ada sejak tahun
1930an namun dengan format yang berbeda dengan format yang sekarang dimana
surat kabar dikirim ke pelanggan melalui mesin fax. Kemudian pada tahun 1980an
muncul layanan videotext dimana berita dikirim ke rumah melalui kabel telepon
rumah. Kemudian sampai sekarang banyaknya bermunculan surat kabar online lokal,
regional, maupun internasional.Surat kabar online merupakan pasar yang
potensial bagi pengusaha media untuk berbisnis karena tingkat penetrasi
internet yang makin meningkat dari tahun ke tahun. Kredibilitas dari surat
kabar online tercermin dari jumlah banyaknya pengunjung yang membuka surat
kabar online mereka. Hal ini tentu saja tidak terlepas dari kredibilitas mereka
dalam surat kabar format cetakan.
SEJARAH
PERKEMBANGAN SURAT KABAR
SURAT KABAR
Ide surat kabar
sendiri sudah setua zaman Romawi kuno dimana setiap harinya, kejadian
sehari-hari diterbitkan dalam bentuk gulungan yang disebut dengan “Acra
Diurna”, yang terjemahan bebasnya adalah “Kegiatan hari”. Kemudian Setelah
Gutenberg menemukan mesin cetak di abad ke-15, maka buku-buku pun mulai
diterbitkan di Perancis dan Inggris, begitu pula halnya dengan surat kabar. Surat
kabar pertama kali dibuat di Amerika Serikat, dengan nama “Public Occurrenses
Both Foreign and Domestick” di tahun 1690. Surat kabar tersebut diusahakan oleh
Benjamin Harris, seorang berkebangsaan Inggris. Akan tetapi baru saja terbit
sekali, sudah dibredel. Bukan karena beritanya menentang pemerintah, tetapi
cuma gara-gara dia tidak mempunyai izin terbit. Pihak kerajaan Inggris membuat peraturan
bahwa usaha penerbitan harus mempunyai izin terbit, di mana hal ini didukung
oleh pemerintah kolonial dan para pejabat agama. Mereka takut mesin-mesin cetak
tersebut akan menyebarkan berita-berita yang dapat menggeser kekuasaan mereka
kecuali bila usaha itu dikontrol ketat.
Kemudian surat kabar
mulai bermunculan setelah negara Amerika Serikat berdiri. Saat itu, surat kabar
itupun tidak sama seperti surat kabar yang kita miliki sekarang. Saat itu surat
kabar dikelola dalam abad kegelapan dalam jurnalisme. Sebab surat kabar telah
jatuh ke tangan partai politik yang saling bertentangan. Tidak ada usaha
sedikitpun untuk membuat berita secara objektif., kecuali untuk menjatuhkan
terhadap satu sama lainnya. Washington dan Jefferson dituduh sebagai penjahat
terbesar oleh koran-koran dari lawan partainya.
Apapun situasinya,
rakyat hanya menginginkan Amandemen dalam konstitusi yang akan menjamin hak
koran-koran ini untuk mengungkapkan kebohongan yang terburuk sekalipun tanpa
takut dibrendel oleh pemerintah. Presiden John Adams membredel koran ”The New
Republik”. Akibatnya partai Federal pecah dan sebaliknya menguatkan posisi
Jefferson. Aksi bredel-membredel ini sampai membuat keheranan seorang menteri
bangsa Prusia yang berkunjung ke Kantor Jefferson. Secara kebetulan, ia membaca
koran dari partai Federalis yang isinya meyerang Jefferson habis-habisan.
Kritik-kritik keras tidak hanya menyerang Washington, Jefferson, John Adams
ataupun James Medison. Dan selama koran tetap dikuasai oleh para anggota partai
politik saja, maka tidak banyak yang bisa diharapkan.
Kemudian kecerahan
tampaknya mulai menjelang dunia persurat kabaran. James Gordon Bennet, seorang
berkebangsaanSkotlandia melakukanrevolusinisasi terhadap bisnis surat kabar
pada1835. Setelah bekerja di beberapa surat kabar dari Boston sampai Savannah
akhirnya dia pun mendirikan surat kabar sendiri. Namanya ”New York Herald”
dengan modal pinjaman sebesar 500 dollar. Percetakannya dikerjakan di ruang
bawah tanah di Wall Street dengan mesin cetak yang sudah tuam dan semua
pekerjaan reportase dilakukannya sendiri.
”The Herald” dan
Bennet memperlihatkan kepada Amerika dan dunia tentang bagaimana cara
mendapatkan berita. Tidak lama kemudian Bennet pun berhasil meraih kesuksesan
dan membangun kantor beritanya sama seperti kantor-kantor perusahaan surat
kabar yang banyak kita jumpai sekarang. Dia juga sudah menempatkan
koresponden-korespondennya di luar negeri di mana beritanya dikirim dengan
usaha paket milik Bennet sendiri, dari pelabuhan New York ke kantornya di kota.
Dia juga yang pertama-tama mendirikan biro di Washington, dan memanfaatkan jasa
telegraf yang baru saja ditemukan.
Sejak itulah berita
sudah mulai dipilah-pilahkan menurut tingkat kepentingannya, tapi tidak
berdasarkan kepentingan politik. Bennet menempatkan politik di halaman
editorial. Isi korannya yang meliputi soal bisnis, pengadilan, dan kehidupan
sosial masyarakat New York memang tidak bisa dijamin keobyektifatnya, tetapi
setidaknya sudah jauh berubah lebih baik dibandingkan koran-koran sebelumnya. Enam
tahun setelah ”Herald” beredar, saingannya mulai muncul. Horace Greelymeng keluarkan
koran “The New York Tribune”. Tribune pun dibaca di seluruh Amerika. Pembacanya
yang dominan adalah petani, yang tidak peduli apakah mereka baru sempat membaca
korannya setelah berminggu- minggu kemudian. Bagi orang awam, koran ini
dianggap membawa perbaikan bagi negara yang saat itu kurang terkontrol dan
penuh bisnis yang tidak teratur.
Koran besar yang
ketiga pun muncul di New York di tahun 1851, ketika Henry J. Raymond mendirikan
koran dengan nama “The New York Times”, atas bantuan mitra usahanya, George
Jones. Raymond-lah yang mempunyai gagasan untuk menerbitkan koran yang non
partisan kepada pemerintah maupun perusahaan bisnis. Beruntung, saat itu
Presiden Lincoln tidak pernah melakukan pembredelan terhadap koran-koran yang
menyerangnya. Setelah serentetan perang saudara di Amerika usai, bisnis
persuratkabaran pun berkembang luar biasa. Koran-koran pun mulai muncul di
bagian negara-negara selain New York dan Chicago. Di selatan, Henry W. Grady
dengan koran “Konstitusi Atlanta”. Lalu, muncul koran “Daily News” dan “Kansas
City Star” yang mempunyai konsep pelayanan masyarakat sebagai fungsi dari
sebuah sebuah surat koran. Bahkan pemilik Star, Rockhill Nelson bersumpah untuk
mengangkat kota Kansas dari “kubangan lumpur” dan berhasil. Di barat,
Jurnalisme Flamboyan diwakili oleh “Denver Post” dan koran-koran San Fransisco.
Di New York, surat
kabar dianggap sebuah bisnis yang bakal menjanjikan. Charles Dana membeli surat
kabar ”Sun” dan menyempurnakannya. Editornya, John Bogart punya cerita sendiri
tentang berita. Menurutnya ”kalau anjing menggigit manusia, itu bukan berita.
Tapi kalau manusia menggigit anjing, itu baru namanya berita”. James Gordon
Bennet Junior (anak Bennet) dan Joseph Pulitzer merupakan rival-rival utama Dana.
Bennet Jr. Memperlihatkan cara membuat berita yang baik. Prestasinya yang
paling terkenal adalah ketika dia mengirimkan Henry Stanley, seorang wartawan
London, untuk mencari David Livingstone, seorang misionaris yang hilang di
hutan. SedangkanPulit zer mempunyai koran yang bernama ”New York World” dan
terkenal sejak jaman perang saudara sampai akhir abad itu. Pulitzer melakukan
taktik yang lebih baik dibanding para pendahulunya. Editorialnya yang bersifat
perjuangan ke arah perbaikan dan liberal, liputan beritanya yang serba menarik,
dan taktik diversifikasinya mengundang decak kagum seperti yang pernah
dilakukan oleh Herald. Pulitzer adalah yang pertama kali menerbitkan koran
mingguan, di mana isinya ditulis oleh para penulis terbaik yang pernah ada.
Pada tahun1892
supremasi Pulitzer ditantang oleh William Randolp Hearst lewat koran ”World”.
Dalam hal inovasi dan keberanian, ”World”-nya Hearst lebih dari ”World”-nya
Pulitzer. Bukan itu saja, koran Hearst isi beritanya jauh lebih flamboyan
daripada koran Pulitzer. Hearst banyak mempekerjakan orang-orang terbaiknya
Pulitzer. Dia mempekerjakan Richard Outcault, kartunis,Pulitzer dan
mendorongnya untuk menciptakan sebuah featuer bernama ”The Yellow Kid”, yang menandai
lahirnya cergam komik di Amerika.
Pada masa perang
antara Amerika dan Spanyol, kedua koran ini berteriak paling keras mendukung
Amerika Serikat untuk terjun perang, memimpin suara rakyat dengan padan suara
jurnalisme dalam skala nasional, dan memojokkan ke dalam konflik yang tidak
terhindarkan. Selanjutnya di perang Amerika-Kuba, keduanya mengalihkan
kompetisinya dalam usaha meliput perang. Setelah Pulitzer meninggal, ”New York
World” malah menjadi yang terbesar di dunia. Orang menyebutPul itzer sebagai
”wartawannya surat kabar”. Sebaliknya, Hearst bersama koran-koran lainnya terpukul
keras ketika depresi besar terjadi. Tetapi usaha majalahnya yang paling
terkemuka, yakni ”Good Housekeeping” dan ”cosmopolitan” tetap terus berkembang
pesat. Dalam perkembangannya, surat kabar berangkat sebagai alat propaganda
politik, lalu menjadi perusahaan perorangan yang disertai keterkenalan dan
kebesaran nama penerbitnya, dan sekarang menjadi bisnis yang tidak segemerlap
dulu lagi, bahkan dengan nama penerbit yang semakin tidak dikenal.
Perubahan ini
memberikan dampak baru. Ketikaiklan mulai menggantikan sirkulasi (penjualan
langsung) sebagai sumber dana utama bagi sebuah surat kabar, maka minat para
penerbit jadi lebih identik dengan minat para masyarakat bisnis. Ambisi
persaingan untuk mendapatkan berita paling bagus tidaklah sebesar ketika peloporan.
Walaupun begitu, perang sirkulasi masih terjadi pada tahun 1920-an, tetapi
tujuan jangka panjang mereka adalah untuk mencapai perkembngan penghasilan dari
sektor iklan. Sebagai badan usaha, yang semakin banyak ditangani oleh para
pengusaha, maka surat kabar semakin kehilangan pamornya seperti yang
dimilikinya pada abad ke-19.
Namun, surat kabar
kini mendapatkan sesuatu yang lain yang lebih penting. Surat kabar yang mapan
kini tidak lagi diperalat sebagai senjata perang politik yang saling
menjatuhkan ataupun bisnis yang individualis, melainkan menjadi media berita
yang semakin obyektif, yang lebih mengutamakan kepentingan umum daripada
kepentingan pihak-pihak tertentu saja.Kenaikan koran-koran ukuran tabloid di
tahun1920-an yang dimulai oleh ”The New York Daily News”, memberikan suatu
dimensi baru terhadap jurnalisme. Akhirnya memang menjadi kegembiraan besar
bagi kehidupan surat kabar, terutama dalam meliput berita-berita keras.
Perubahan lain yang layak mendapat perhatian adalah timbulnya sindikasi. Berkat
adanya sindikat-sindikat10, maka koran- koran kecil bisa memanjakan pembacanya
dengan materi editorial, informasi, dan hiburan. Sebab kalau tidak, koran-koran
kecil itu tentu tidak dapat mengusahakan materi-materi tersebut, lantaran biaya
untuk itu tidaklah sedikit. Tahun1950, industri televisi mulai mengancam
dominasi media cetak. Namun, sampai sekarang, koran masih bertahan. Kenyataan
menunjukkan bahwa koran telah menjadi bagian dari kehidupan manusia pada
umumnya. Dengan karakter khususnya ia mampu membedakan dirinya dari media
lainnya seperti televisi dan radio.
SEJARAH SURAT KABAR DI
INDONESIA
Pada dasarnya, sejarah surat kabar di Indonesia terbagi dalam
dua babak yakni babak pertama yang biasa disebut babak putih dan babak kedua
antara tahun 1854 hinggaKebangkitan Nasional. Kedua babak inilah yang amat berperan dalam perkembangan surat
kabar di Indonesia. Babak pertama adalah babak putih, yaitu saat Indonesia
masih dalam keadaan terjajah oleh kolonialisme Belanda. Disebut babak putih karena surat kabar pada waktu itu mutlak
milik orang-orang Eropa, berbahasa Belanda dan diperuntukkan bagi
pembaca berbahasa Belanda. Kontennya hanya seputar kehidupan orang-orang Eropa
dan tidak mempunyai kaitan kehidupan pribumi. Babak ini berlangsung antara
tahun 1744-1854. Babak kedua yang berlangsung antara tahun 1854 hingga
Kebangkitan Nasional secara kasar dapat dibagi dalam tiga periode, yakni:
Antara Tahun 1854-1860
Dalam periode ini
surat kabar dengan bahasa Belanda masih memegang peranan pening dalam dunia
pers Indonesia, namun surat kabar dengan bahasa Melayu telah terbit bernama
Slompret Melajoe.
Antara tahun 1860-1880
Surat kabar dengan bahasa pra-Indonesia dan Melayu mulai banyak bermunculan tetapi yang menjadi pemimpin surat
kabar-surat kabar ini semuanya adalah orang-orang dari peranakan Eropa.
antara TAHUN 1881
SAMPAI KEBANGKITAN NASIONAL
Periode ini mempunyai ciri tersendiri karena para pekerja pers
terutama para redakturnya tidak lagi dari peranakan Eropa tetapi mulai banyak
peranakan Tionghoa dan Indonesia atau biasa disebut dengan
pribumi.
Lima Periode Surat Kabar
Indonesia
Surat kabar di Indonesia mempunyai sejarah yang cukup panjang
yang secara singkat terbagi dalam enam periode, yakni zaman Belanda, zaman Jepang, zaman kemerdekaan, zaman Orde Lama, zaman Orde Baru dan zaman reformasi. Berikut uraian singkat keenam periode bersejarah tersebut:
ZAMAN
BELANDA
Pada tahun 1744 dilakukanlah percobaan pertama untuk menerbitkan
media massa dengan diterbitkannya surat kabar pertama pada masa pemerintahan
Gubernur Jenderal Van Imhoff dengan nama Bataviasche Nouvelles, tetapi surat kabar ini hanya mempunyai masa
hidup selama dua tahun. Kemudian pada tahun 1828 diterbitkanlah Javasche
Courant di Jakarta yang memuat
berita-berita resmi pemerintahan, berita lelang dan berita kutipan dari
harian-harian di Eropa. Mesin cetak pertama di Indonesia juga datang melalui
Batavia (Jakarta) melalui seorang Nederland bernama W.
Bruining dari Rotterdam yang kemudian menerbitkan surat kabar bernama Het Bataviasche
Advertantie Blad yang
memuat iklan-iklan dan berita-berita umum yang dikutip dari penerbitan resmi di
Nederland(Staatscourant).
Di Surabaya sendiri pada periode
ini telah terbit Soerabajasch Advertantiebland yang kemudian berganti menjadi Soerabajasch
Niews en Advertantiebland.
Sedang diSemarang terbit Semarangsche Advertetiebland dan De Semarangsche Courant. Secara umum serat kabar-surat kabar yang
muncul saat itu tidak mempunyai arti secara politis karena cenderung pada iklan
dari segi konten. Tirasnya tidak lebih dari 1000-1200 eksemplar tiap harinya.
Setiap surat kabar yang beredar harulah melalui penyaringan oleh pihak
pemerintahan Gubernur Jenderal di Bogor. Tidak hanya itu, surat kabar Belandapun
terbit di daerah Sumatera dan Sulawesi. Di Padang terbit Soematra
Courant, Padang Handeslsbland
dan Bentara Melajoe. Di Makasar (Ujung Pandang) terbit Celebes
Courantdan Makassarsch
Handelsbland.
Pada tahun 1885 di seluruh daerah yang dikuasai Belanda telah
terbit sekitar 16 surat kabar dalam bahasa Belanda dan 12 surat kabar dalam
bahasa Melayu seperti, Bintang Barat, Hindia-Nederland, Dinihari, Bintang
Djohar (terbit di Bogor), Selompret Melayu dan Tjahaja Moelia, Pemberitaan
Bahroe (Surabaya) dan surat kabar berbahasa Jawa, Bromatani yang terbit di Solo.
ZAMAN JEPANG
Saat wajah penjajah berganti dan Jepang memasuki Indonesia,
surat kabar-surat kabar yang beredar di Indonesia diambil alih secara
pelan-pelan. Beberapa surat kabar disatukan dengan alasan penghematan namun
yang sebenarnya adalah agar pemerintah Jepang memperketat pengawasan terhadat
isi surat kabar. Kantor Berita Antara diambil alih dan diubah menjadi kantor berita Yashima dengan
berpusat di Domei, Jepang. Konten surat kabar dimanfaatkan sebagai alat
propaganda untuk memuji-muji pemerintahan Jepang. Wartawan Indonesia saat itu bekerja sebagai pegawai
sedang yang mempunyai kedudukan tinggi adalah orang-orang yang sengaja
didatangkan dari Jepang.
ZAMAN
KEMERDEKAAN
Ketika pemerintah Jepang menggunakan surat kabar sebagai alat
propaganda pencitraan pemerintah, Indonesiapun melakukan hal yang sama untuk
melakukan perlawanan dalam hal sabotase komunikasi. Edi Soeradi melakukan
propaganda agar rakyat berdatangan pada Rapat Raksasa Ikada pada tanggal 19
September 1945 untuk mendengarkan pidato Bung Karno. Dalam perjalanannya,
Berita Indonesia (BI) berulang kali mengalami pembredelan dimana selama
pembredelan tersebut para pegawai kemudian ditampung oleh surat kabar Merdeka
yang didirikan oleh B.M. Diah. Surat kabar perjuangan lainnya adalah Harian
Rakyat dengan pemimpin redaksi Samsudin Sutan Makmr dan Rinto Alwi dimana surat
kabar tersebut menampilkan “pojok” dan “Bang Golok” sebagai artikel. Surat
kabar lainnya yan terbit pada masa ini adalah Soeara Indonesia, Pedoman Harian
yang berubah menjadi Soeara Merdeka (Bandung), Kedaulatan Rakyat (Bukittinggi), Demokrasi(Padang) dan Oetoesan Soematra (Padang).
Zamana
orde lama
Setelah dikeluarkannya dekrit presiden tanggal 5 Juli 1959 oleh
presiden Soekarno, terdapat larangan terhadap kegiatan politik termasuk pers.
Persyaratan untuk mendapat Surat Izin Terbit dan Surat Izin Cetak diperketat
yang kemudian situasi ini dimanfaatkan oleh Partai Komunis Indonesia untuk
melakukan slowdown atau mogok secara halus oleh para buruh dan pegawai surat kabar.
Karyawan pada bagian setting melambatkan pekerjaannya yang membuat banyak kolom
surat kabar tidak terisi menjelang batas waktu cetak (deadline). Pada akhirnya kolom tersebut diisi iklan
gratis. Hal ini menimpa surat kabar Soerabaja Post dan Harian Pedoman di
Jakarta. Pada periode ini banyak terjadi kasus antara surat kabar pro PKI dan anti PKI.
ZAMAN ORDE BARU
Pada periode ini,
surat kabar yang dipaksa untuk berafiliasi kembali mendapatkan pribadi awalnya,
seperti Kedaulatan Rakyat yang pada zaman orde lama harus berganti menjadi
Dwikora. Hal ini juga terjadi pada Pikiran Rakyat di Bandung. Bahkan pers
kampuspun mulai aktif kembali. Namun dibalik itu semua, pengawasan dan
pengekangan pada pers terutama dalam hal konten tetap diberlakukan. Pemberitaan
yang dianggap merugikan pemerintah harus dibredel dan dihukum dengan dilakukan
pencabutan SIUP seperti yang terjadi pada Sinar Harapan, tabloid Monitor dan
Detik serta majalah Tempo dan Editor. Pers lagi-lagi dibayangi dalam kekuasaan
pemerintah yang cenderung memborgol kebebasan pers dalam membuat berita serta
menghilangkan fungsi pers sebagai kontrol sosial terhadap kinerja pemerintah.
Pembredalanpun marak pada periode ini.
SEJARAH
PERKEMBANGAN MAJALAH
Di Inggris
Majalah
di Inggris (London) adalah Review yang diterbitkan oleh Daniel Defoe pada tahun
1704. Bentuknya adalah antara majalah dan surat kabar, ukuran halaman kecil,
set terbit tiga kali satu minggu. Defoe bertindak sebagai pemilik, penerbit,
editor sekaligus sebagai penulisnya. Tulisannya mencakup berita, artikel,
kebijakan nasional, aspek moral dan lain-lain. Tahun 1790, Richard Steele
membuat majalah The Tatler, kemudian bersama-sama dengan Joseph Addison
ia menerbitkan The Spectator. Majalah tersebut berisi masalah politik,
berita-berita internasional, tulisan yang mengandung unsur-unsur moral,
berita-berita hiburan, dan gosip.
Di Amerika
Benjamin
Franklin telah memelopori penerbitan majalah di Amerika tahun 1740, yakni
General Magazine. Tahun 1820-an sampai 1840-an merupakan zamannya majalah.
Majalah yang paling populer saat itu adalah Saturday Evening Post yang terbit
tahun 1821, dan North American Review. Pada pertengahan abad 20 tidak ada
majalah yang sesukses Reader’s Digest yang diterbitkan oleh suami istri Dewitt
Wallace dan Lila, pada tahun 1922, ketika mereka masih 20 tahun. Pada tahun
1973 Reader’s Digest dapat mencapai pelanggan sebanyak 18 juta untuk pembaca di
Amerika saja, dan pembaca lainnya di dunia. Keberhasilan Reader’s Digest telah
mendorong munculnya majalah Time. Selanjutnya terbitlah majalah Life, Fortune,
dan Sport Illustrated. Life merupakan majalah berita yang banyak menggunakan
foto. Majalah lainnya yang sukses adalah Playboy yang diterbitkan tahun 1953.
Playboy adalah majalah khusus untuk pria yang pada tahun 1970-an, dan
sirkulasinya mencapai 6 juta eksemplar.
Di Indonesia
Awal Kemerdekaan
Soemanang,
S.H. yang menerbitkan majalah Revue Indonesia, dalam salah satu edisinya pernah
mengemukakan gagasan perlunya koordinasi penerbitan surat kabar yang jumlahnya
sudah mencapai ratusan. Semuanya terbit dengan satu tujuan, yakni menghancurkan
sisa-sisa kekuasaan Belanda, mengobarkan semangat perlawanan rakyat terhadap
bahaya penjajahan, menempa persatuan nasional untuk keabadian kemerdekaan
bangsa dan penegakan kedaulatan rakyat.
Zaman Orde Lama
Seperti
halnya nasib surat kabar pada masa orde lama, nasib majalah pun tidak kalah
tragisnya di saat peperti mengeluarkan pedoman resmi untuk penerbit surat kabar
dan majalah di seluruh Indonesia. Pedoman itu intinya adalah surat kabar dan
majalah wajib menjadi pendukung, pembela dan alat penyebar “Manifesto Politik”
yang pada saat itu menjadi haluan negara dan program pemerintah. Namun pada
saat ini perkembangan majalah tidak begitu baik, karena relatif sedikit majalah
yang terbit. Sejarah mencatat majalah Star Weekly, serta majalah minguan
yang di Bogor, Geledek, yang hanya berumur beberapa bulan.
Zaman Orde Baru
Awal
orde baru (1966) banyak majalah yang cukup beragam jenisnya, di antaranya
adalah majalah Selecta pimpinan Sjamsudin Lubis, majalah sastra Horison
pimpinan Mochtar Lubis, Panji Masyarakat dan majalah Kiblat.
Zaman Reformasi
Tidak
diperlukan lagi Surat Izin Usaha Penerbitan Pers (SIUPP) di zaman reformasi,
membuat berbagai pihak menerbitkan majalah baru yang sesuai dengan tuntutan
pasar.
SEJARAH PERKEMBANGAN ELEKTRONIK
Sejarah Perkembangan Elektronik. Elektronik atau elektronika mulai berkembang pada abad
ke-20, yaitu dengan melibatkan tiga buah komponen utama, yaitu tabung
hampa udara (vacuum tube), transistor dan sirkuit terpadu (integrated circuit).
Adapun sejarah dan perkembangan elektronik pada kurun waktu berikutnya yang ditemukan dan dipublikasikan oleh para ahli adalah sebagai berikut:
Adapun sejarah dan perkembangan elektronik pada kurun waktu berikutnya yang ditemukan dan dipublikasikan oleh para ahli adalah sebagai berikut:
- Elektron, Terjadi pada tahun 1883, Thomas Alfa Edison berhasil menemukan bahwa elektron bisa berpindah dari sebuah konduktor ke konduktor lain yang melewati ruang hampa. Penemuan konduksi atau perpindahannya ini dikenal dengan nama efek Edison. yaitu pada tahun 1904, John Fleming menerapkan efek edison ini untuk menemukan dua buah elemen tabung electron yang dikenal dengan nama dioda. Dan Lee De Forest mengikuti langkah ini pada tahun 1906 dengan tabung yang memiliki tiga elemen, yaitu disebut trioda. Tabung hampa udara ini menjadi divais yang dibuat untuk memanipulasi kemungkinan energi listrik, sehingga bisa diperkuat dan dikirimkan. Aplikasi tabung elektron yang pertama kali diterapkan dalam bidang komunikasi radio.
- Telegraf tanpa kabel (wireles telegraph), yaitu dikembangkan dan dirintis oleh Guglielmo Marconi.pada tahun 1896 dan mengembangkan komunikasi radio jarak jauh pada tahun 1901. Dan untuk masa perkembangan selanjutnya ditemukan oleh Edwin Armstrong, yaitu penerima super-heterodyne yang dapat memilih sinyal radio atau stasiun yang dapat menerima sinyal dari jarak jauh. Dan Armstrong juga menemukan modulai frekuensi FM pita lebar (wide band) pada tahun 1935. Dari sebelumnya hanya menggunakan AM atau Modulasi amplitudo pada antara tahun 1920-1935.
- Televisi, yaitu dikeluarkan oleh Bell Laborateries ke publik umum pada tahun 1927, dan ini hanya masih berbentuk electromechanical, saat sistem elektronik menjadi jaminan kualitas, para insinyur Bell Labs memperkenalkan tabung gambar sinar katoda dan televisi berwarna. Namun Vladimir Zworykin, seorang insinyur di Radio Corporation of America (RCA) yang dianggap sebagai "bapak televisi". Karena penemuannya yang berupa tabung gambar dan tabung kamera iconoscope. Dan pada pertengahan tahun 1950-an televisi telah mampu menyaingi radio untuk penggunaan di rumah dan hiburan, serta media penyiaran dan pendengaran berita yang utama.
- Transistor, alat ini ditemukan oleh tim insinyur dari Bell Laboratories pada tahun 1947. transistor berfungsi seperti tabung hampa udara, tetapi memiliki ukuran yang lebih kecil, lebih ringan, penggunaan daya lebih kecil dan lebih kuat, serta lebih mudah untuk diproduksi dengan adanya kombinasi penghubung metal dan bahan semikonductornya.
·
Sirkuit
terintegrasi, diusulkan oleh Geoffrey W.A Dummer
pada tahun 1952, yaitu seorang ahli elektronika berkebangsaan Inggris. Sirkuit
terintegrasi menjadi bahan produksi yang paling banyak digunakan oleh sejumlah
perusahaan, dan desain peralatannya berubah secara cepat dan beberapa arah yang
berbeda untuk mengadaptasi teknologi.
SEJARAH
RADIO
Radio
adalah teknologi yang digunakan untuk pengiriman sinyal dengan cara modulasi
dan radiasi elektromagnetik (gelombang elektromagnetik). Gelombang ini melintas
dan merambat lewat udara dan bisa juga merambat lewat ruang angkasa yang hampa
udara, karena gelombang ini tidak memerlukan medium pengangkut (seperti molekul
udara).
Sejarah radio adalah sejarah teknologi yang menghasilkan peralatan radio yang menggunakan gelombang radio. Awalnya sinyal pada siaran radio ditransmisikan melalui gelombang data yang kontinyu baik melalui modulasi amplitudo (AM), maupun modulasi frekuensi (FM). Metode pengiriman sinyal seperti ini disebut analog. Selanjutnya, seiring perkembangan teknologi ditemukanlah internet, dan sinyal digital yang kemudian mengubah cara transmisi sinyal radio
1. Awal 1800-an secara terpisah Joseph Henry, profesor dari Pinceton University, dan fisikawan Inggris Michael Faraday mengembangkan teori induksi. Percobaan mereka terhadap elektromagnet membuktikan arus listrik di sebatang kawat dapat menimbulkan arus di batang kawat lain, meski keduanya tidak berhubungan.
2. Dasar teori dari perambatan gelombang elektromagnetik pertama kali dijelaskan pada 1873 oleh James Clerk Maxwell dalam papernya di Royal Society mengenai teori dinamika medan elektromagnetik (bahasa Inggris: A dynamical theory of the electromagnetic field), berdasarkan hasil kerja penelitiannya tahun 1864. Fisikawan Inggris James Clerik Maxwell, berteori bahwa arus listrik dapat menciptakan medan magnet dan bahwa gelombang elektromagnet bergerak dengan kecepatan cahaya.
Sejarah radio adalah sejarah teknologi yang menghasilkan peralatan radio yang menggunakan gelombang radio. Awalnya sinyal pada siaran radio ditransmisikan melalui gelombang data yang kontinyu baik melalui modulasi amplitudo (AM), maupun modulasi frekuensi (FM). Metode pengiriman sinyal seperti ini disebut analog. Selanjutnya, seiring perkembangan teknologi ditemukanlah internet, dan sinyal digital yang kemudian mengubah cara transmisi sinyal radio
1. Awal 1800-an secara terpisah Joseph Henry, profesor dari Pinceton University, dan fisikawan Inggris Michael Faraday mengembangkan teori induksi. Percobaan mereka terhadap elektromagnet membuktikan arus listrik di sebatang kawat dapat menimbulkan arus di batang kawat lain, meski keduanya tidak berhubungan.
2. Dasar teori dari perambatan gelombang elektromagnetik pertama kali dijelaskan pada 1873 oleh James Clerk Maxwell dalam papernya di Royal Society mengenai teori dinamika medan elektromagnetik (bahasa Inggris: A dynamical theory of the electromagnetic field), berdasarkan hasil kerja penelitiannya tahun 1864. Fisikawan Inggris James Clerik Maxwell, berteori bahwa arus listrik dapat menciptakan medan magnet dan bahwa gelombang elektromagnet bergerak dengan kecepatan cahaya.
3. Pada
1878 David E. Hughes adalah orang pertama yang mengirimkan dan menerima
gelombang radio ketika dia menemukan bahwa keseimbangan induksinya menyebabkan
gangguan ke telepon buatannya. Dia mendemonstrasikan penemuannya kepada Royal
Society pada 1880 tapi hanya dibilang itu cuma merupakan induksi.
4. Teori Maxwell itu belakangan dibuktikan kebenarannya oleh percobaan yang dilakukan fisikawan Jerman Heinrich Hertz, tahun 1880. Heinrich Rudolf Hertz yang, antara 1886 dan 1888, pertama kali membuktikan teori Maxwell melalui eksperimen, memperagakan bahwa radiasi radio memiliki seluruh properti gelombang (sekarang disebut gelombang Hertzian), dan menemukan bahwa persamaan elektromagnetik dapat diformulasikan ke persamaan turunan partial disebut persamaan gelombang.
5. Baru kemudian Guglielmo Marconi pada 1895, berhasil mengirim sinyal komunikasi radio dengan gelombang elektromagnet sejauh , 1,5 km. Tahun 1901, sinyal dari perangkat radio Marconi mampu melintasi Samudera Atlantik dari Inggris ke Newfoundland, Kanada dan dunia inovasi radio mencatat nama Guglielmo Marconi, sebagai penemu radio.
Dia lahir di Bologna, Italia, 25 April 1874. Sejak kecil ia sudah tertarik dengan kerja Maxwell, Hertz, Righi, sampai Lodge. Dalam usia 21 tahun, ia membuat laboratorium di rumah ayahnya, di Pontecchio dan mengadakan penelitian soal gelombang radio "Gelombang Hertzian" untuk mengirim sinyal telegraf. Ia sudah berhasil mengirim sinyal telegraf sejauh 2 km. Pada tahun 1896 Guglielmo Marconi mendapat hak paten atas telegraf nirkabel yang menggunakan dua sirkuit.
Kepala Dinas Pos Inggris William Preece terkesan akan kemampuan radio ciptaannya di dataran Salisbury dan kemudian menyeberangi Bristol Chanel. Marconi akhirnya mendirikan perusahaan The Wireless Telegraph & Signal Company Limited pada 1897, yang kemudian diubah jadi Marconi's Wireless Telegraph Company Limited. Selanjutnya, pada 1899 Marconi berhasil melakukan komunikasi nirkabel antara Perancis dan Inggris lewat Selat Inggris dengan menggunakan osilator Tesla. Dalam dua tahun ia sudah membangun radio antara Prancis Inggris dan Amerika - Inggris.
4. Teori Maxwell itu belakangan dibuktikan kebenarannya oleh percobaan yang dilakukan fisikawan Jerman Heinrich Hertz, tahun 1880. Heinrich Rudolf Hertz yang, antara 1886 dan 1888, pertama kali membuktikan teori Maxwell melalui eksperimen, memperagakan bahwa radiasi radio memiliki seluruh properti gelombang (sekarang disebut gelombang Hertzian), dan menemukan bahwa persamaan elektromagnetik dapat diformulasikan ke persamaan turunan partial disebut persamaan gelombang.
5. Baru kemudian Guglielmo Marconi pada 1895, berhasil mengirim sinyal komunikasi radio dengan gelombang elektromagnet sejauh , 1,5 km. Tahun 1901, sinyal dari perangkat radio Marconi mampu melintasi Samudera Atlantik dari Inggris ke Newfoundland, Kanada dan dunia inovasi radio mencatat nama Guglielmo Marconi, sebagai penemu radio.
Dia lahir di Bologna, Italia, 25 April 1874. Sejak kecil ia sudah tertarik dengan kerja Maxwell, Hertz, Righi, sampai Lodge. Dalam usia 21 tahun, ia membuat laboratorium di rumah ayahnya, di Pontecchio dan mengadakan penelitian soal gelombang radio "Gelombang Hertzian" untuk mengirim sinyal telegraf. Ia sudah berhasil mengirim sinyal telegraf sejauh 2 km. Pada tahun 1896 Guglielmo Marconi mendapat hak paten atas telegraf nirkabel yang menggunakan dua sirkuit.
Kepala Dinas Pos Inggris William Preece terkesan akan kemampuan radio ciptaannya di dataran Salisbury dan kemudian menyeberangi Bristol Chanel. Marconi akhirnya mendirikan perusahaan The Wireless Telegraph & Signal Company Limited pada 1897, yang kemudian diubah jadi Marconi's Wireless Telegraph Company Limited. Selanjutnya, pada 1899 Marconi berhasil melakukan komunikasi nirkabel antara Perancis dan Inggris lewat Selat Inggris dengan menggunakan osilator Tesla. Dalam dua tahun ia sudah membangun radio antara Prancis Inggris dan Amerika - Inggris.
SEJARAH TELEVISI
Dalam penemuan
televisi, terdapat banyak pihak, penemu, maupun inovator yang terlibat, baik
perorangan maupun badan usaha. Televisi adalah karya massal yang dikembangkan
dari tahun ke tahun. Awal dari televisi tentu tidak bisa dipisahkan dari
penemuan dasar, Hukum Gelombang Elektromagnetik yang ditemukan oleh Joseph
Henry dan Michael Faraday (1831) yang merupakan awal dari era komunikasi
elektronik.
1876 – George Carey menciptakan Selenium Camera yang
digambarkan dapat membuat seseorang melihat gelombang listrik. Kemudian, Eugen
Goldstein menyebut tembakan gelombang sinar dalam tabung hampa itu dengan nama
Sinar Katoda.
1881 – Dua tahun kemudian, para insinyur memperkenalkan
konsep Teleponskop yang merupakan suatu konsep gabungan antara telepon dan
pengiriman gambar bergerak. Di tahun yang sama, penemuan Pantelegraf yang
menggunakan mekanisme pemindaian pendulum memungkinkan sistem pemindaian gambar
untuk mengirim gambar untuk pertama kalinya.
1884 – Paul Nikow, ilmuwan Jerman, berhasil mengirim gambar
elektronik menggunakan kepingan logam yang disebut Teleskop Elektrik dengan
resolusi 18 garis. Mahasiswa asal Jerman yang kelak dikenal sebagai penemu televisi
ini menciptakan cakram yang bisa berputar dengan serangkaian lubang yang
disusun secara spiral ke pusat cakram yang digunakan dalam proses perasteran.
Perasteran adalah proses pengubahan gambar berbentuk gambar vektor menjadi
citra raster yang berupa piksel atau titik-titik yang kemudian terlihat pada
monitor.
1888 – Freidrich Reinitzeer, ahli botani Austria, menemukan
cairan kristal (liquid crystals), yang kelak menjadi bahan baku
pembuatan LCD. Namun LCD baru dikembangkan sebagai layar 60 tahun kemudian.
1900 – istilah Televisi pertama kali dikemukakan oleh
Constain Perskyl dari Rusia pada acara International Congress of Electricity
yang pertama dalam Pameran Teknologi Dunia di Paris. Constain Perskyl
memperkenalkan istilah television yang terdiri dari dua kata, yaitu tele (jauh)
dari bahasa Yunani dan visio (penglihatan) dari bahasa Latin. Constain
Perskyl mengartikannya sebagai alat komunikasi jarak jauh (tele) yang
menggunakan media penglihatan (visio).
SEJARAH
TELEPON
Ponsel diciptakan pada awal tahun 1940-an ketika insinyur
yang bekerja di AT&T mengembangkan sebuah cell untuk BTS ponsel (cells for
mobile phone base stations) Ponsel yang pertama kali tercipta, tidak
benar-benar seperti ponsel yang saat ini kita kenal. Ponsel pada saat itu adalah
radio dua arah yang memungkinkan orang-orang seperti sopir taksi dan layanan
darurat dapat berkomunikasi. Tidak bergantung pada BTS dengan cell yang
terpisah (sinyal melewati dari
satu cell ke cell yang lain), jaringan ponsel
pertama melibatkan satu base station/BTS yang sangat kuat yang mencakup area
yang lebih luas. Motorola, pada 3 April 1973 adalah perusahaan pertama yang
memproduksi massal telepon selular genggam pertamanya. Generasi ponsel ini yang
sering disebut sebagai ponsel 0G, atau ponsel Zero Generation. Sebagian besar
ponsel saat ini mengandalkan teknologi 3G atau koneksi 4G.
SEJARAH
DIGITAL
Teknologi
digital yang telah terjadi sejak tahun 1980 dan berlanjut sampai hari ini.
Revolusi itu pada awalnya mungkin dipicu oleh sebuah generasi remaja yang lahir
pada tahun 80-an. Analog dengan revolusi pertanian, revolusi Industri, revolusi
digital menandai awal era Informasi. Revolusi digital ini telah mengubah cara
pandang seseorang dalam menjalani kehidupan yang sangat canggih saat ini. Sebuah
teknologi yang membuat perubahan besar kepada seluruh dunia, dari mulai
membantu mempermudah segala urusan sampai membuat masalah karena tidak bisa
menggunakan fasilitas digital yang semakin canggih ini dengan baik dan benar.
Dasar
Teknologi Informasi dan Komunikasi Revolusi digital didasari dengan adanya
perkembangan komputer elektronik digital, komputer pribadi, dan khususnya
mikroprosesor dengan kinerjanya terus meningkat (seperti yang dijelaskan oleh
[Moore [s hukum]]), yang memungkinkan teknologi komputer untuk tertanam ke
berbagai objek besar dari kamera ke pemutar musik pribadi. Sama pentingnya
adalah pengembangan teknologi transmisi termasuk jaringan komputer, para
Internet dan penyiaran digital. 3G ponsel, yang tumbuh pesat penetrasi sosial
di tahun 2000, juga memainkan peran yang sangat besar dalam revolusi digital
karena mereka secara bersamaan memberikan hiburan di mana-mana, komunikasi, dan
konektivitas online. Teknologi Informasi tidak hanya terbatas pada teknologi komputer
(perangkat keras dan perangkat lunak) yang digunakan untuk menyimpan informasi,
melainkan juga mencakup teknologi komunikasi untuk mengirimkan informasi.
SEJARAH
TELEGRAF
Telegraf pertama kali ditemukan oleh Samuel finley Breese
morse, seorang peneliti Amerika pada tahun 1837 dan di Inggris pada tahun yang
sama oleh seorang fisikawan Sir Charles Wheatstone yang bekerja sama
dengan seorang insinyur Inggris Sir William F. Cookie. Telegraf kemudian
menjadi alat komunikasi kasi yang penting pada pertengahan tahun 1800-an sampai
dengan pertengahan tahun 1900-an.Morse menggunakan kode-kode sederhana untuk
mewakili pesan-pesan yang ingin dikirimkan dengan meggunakan pulsa listrik
melalui kabel tunggal.
Pada saat melakukan percobaan menggunakan peralatan yang
dimilikinya, Morse menemukan bahwa sinyal-sinyal hanya dapat dikirimkan dengan
baik dalam jarak 32 km.Untuk jarak yang lebih jauh , sinyal-sinyal yang
diterima menjadi terlalu lemah untuk direkam.Km dari stasiun sinyal.Relai
tersebut berfungsi untuk mengulangi sinyal yang diterima dan mengirimkannya
kembali ke 32 km berikutnya.Relai terdiri dari sakelar yang dioperasikan secara
elektromagnetik.
Sistem telegraf kemudian segera digunakan untuk bisnis yang
membutuh-kan pengiriman pesan secara cepat untuk jarak yang jauh,seperti surat
kabar dan pesan untuk perjalanan kereta api. Telegraf memungkinkan
perusahaan-perusahaan menjalankan bisnis secara global untuk pertama kali.
Sebuah ruangan telegraf kemudian dibangun di United States Capitol pada tahun 1844. Telegraf kabel bawah pertama kali dibangun di bawah laut samudra atlantik pada tahun 1858 dan pelayanan reguler transatlantik dimulai pada tahun 1866.
Sebuah ruangan telegraf kemudian dibangun di United States Capitol pada tahun 1844. Telegraf kabel bawah pertama kali dibangun di bawah laut samudra atlantik pada tahun 1858 dan pelayanan reguler transatlantik dimulai pada tahun 1866.
(HF 0606094365) Pesan pada telegraf dikirimkan oleh operator
telegraf (telegrapher) menggunakan kode morse yang dikenal dengan nama
“telegram” atau “kabelgram”, dan sering disingkat dengan pesan kabel atau
kawat. Sebelum telepon jarak jauh (interlokal) diperkenalkan dan digunakan,
telegram ini sangat terkenal pemakaiannya. Telegram biasanya digunakan untuk
keperluan bisnis, dan tidak sama dengan email. Telegram sering digunakan untuk
pengiriman dokumen resmi dalam perjanjian bisnis.
https://id.wikipedia.org/wiki/Perkembangan_Media_Cetak
https://jurnalistikumsu.wordpress.com/2011/03/28/sejarah-surat-kabar/
http://www.busyra.org/2013/02/sejarah-singkat-majalah.html
https://elektronika-mu.blogspot.co.id/2013/12/sejarah-perkembangan-elektronik.html
http://odiloputra67.blogspot.co.id/2012/06/sejarah-perkembangan-radio-di-dunia.html
http://roelbad.blogspot.co.id/2012/11/sejarah-perkembangan-televisi.html
http://www.istanakecilku.com/2016/05/sejarah-perkembangan-hp-dari-dulu-hingga-sekarang.html
http://makalahqusederhana.blogspot.co.id/2016/02/makalah-perkembangan-teknologi-digital_18.html
http://salmanepetz.blogspot.co.id/2013/05/perkembangan-telegraf.html